01 November 2008

Atas Nama

atas nama takdir.... dimana aku selalu sembunyi dari bayang kekalahan yang menghantui dalam selarik batas yang tergerai tanpa terurai bersama bunga mimpi, menangislah malam saat ia tlah lelah dicumbu pagi tetap saja aku tak pernah mengerti atas nama cinta... dimana ia kukenakan sebagai untaian cadar kembang dara yang terluka semua hanya kan membentuk celotehan hampa tatkala asmara adalah debu yang lenyap disaput maya asa hanya kepicikanlah sebuah nada yang pantas tercipta aku hanyalah pasir di jambangan cerita tersisih sendiri, asing terbuang di negeri khayalan lalu merasa lelah menari di senandung kedukaan dan terbang tanpa sayap-sayap permata biarlah saja terganti semua tangisan biarlah saja tersisih segala harapan karena sukma yang menghampa hanya kan menghantar lelah di pelupuk raga dan tanpa kaca keabadian kosonglah hidup ini terasa atas nama kehidupan dimana aku selalu berlari dibuai kenyataan bertanyalah yang hadir tanpa terucap jawaban lalu kan terjelang hilang dalam sunyi yang sendirian tanpa raga.... kelam semata saat malam kan terbenam dalam terangnya pagi jiwa tiba-tiba terasa usang lantunan syair pujangga mengartikan kegaiban Esa karena sebab bukanlah untuk akibat, itulah alasan yang sesungguhnya dan jika semua memang haruslah menjadi segala untuk apa merengkahkan isi kepala demi derai-derai pucuk cemara toh semua tetap kan tanpa arti disana pada akhirnya

1 komentar: