27 Oktober 2010

Berita dari Merapi : Mbah Marijan ditemukan tewas

Satu dari 14 korban terakhir yang dibawa ke Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan Ki Surakso Hargo alias Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Jenazah-jenazah tersebut sebagian besar ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan. Mereka menjadi korban akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Ikhwal kematian Mbah Maridjan dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. "Saya sudah melihat sendiri," kata Bambang saat diwawancarai Risa Karmida dari Metro TV. Menurut Bambang, pakaian yang dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yang digunakan mertuanya sehari-hari. "Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah," kata Bambang. Bambang menjelaskan, mendengar kabar Mbah Maridjan meninggal keluarga shock, terutama istri dan anak-anaknya. Bambang menjelaskan, sebelum meninggal pihak keluarga sempat menghubungi Mbah Maridjan. Kepada keluarga, terakhir kali Mbah Maridjan bilang, "Ngantiyo piye aku gak mudun" (meskipun Gunung Merapi meletus saya tidak akan turun)." Secara fisik, ciri-ciri sarung, batik dan peci dari salah satu mayat cocok dengan yang dipakai Mbah Maridjan. Termasuk ciri fisik ibu jari yang bengkok. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Humas Rumah Sakit Dokter Sardjito Dokter Kresno Heru Nugroho. Namun, untuk memastikan jenazah tersebut Mbah Maridjan pihak rumah sakit melakukan tes DNA. Nantinya, DNA itu akan dicocokan dengan DNA keluarga.

1 komentar: